Penanggulangan Pandemi Covid-19 Digambarkan Seperti Keju Swis

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono mengatakan upaya penanggulangan pandemi digambarkan seperti keju swis. Artinya, setiap intervensi (lapisan) memiliki kekurangan (lubang) atau celah sehingga diperlukan upaya yang berlapis lapis untuk menutupi celah (lubang) tersebut. "Kami hadir untuk mengisi celah tersebut dengan cara kampanye publik yang bertujuan mengedukasi masyarakat agar sadar dengan tanggung jawab personalnya, yakni untuk tetap disiplin pakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya," kata Sigit saat jalin kerjasama dengan pemprov DKI Jakarta belum lama ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersinergi dengan Perkumpulan Sahabat Peduli Bangsa Maju (PSPBM), lembaga yang menaungi Gerakan Pakai Masker (GPM) dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama pada Kamis, 10 Desember 2020. Salah satu kunci keberhasilan mengatasi pandemi ini adalah dengan mengubah kebiasaan masyarakat. Perubahan perilaku ini dapat menyelamatkan nyawa sebab dengan memakai masker dengan benar kita sudah dapat mencegah penularan virus sampai 75%.

Dan kalau kita juga disiplin menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, maka kita dapat menghindari penularan virus sampai 90%. Kalau perubahan perilaku dengan menjalankan secara disiplin 3M dapat dijalankan masyarakat, maka hal itu tentu akan berimbas pada penyelamatan ekonomi. "Karena jika pandemi ini berakhir, maka ekonomi kita juga akan terselamatkan," katanya.

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, sampai saat ini DKI Jakarta terus melakukan berbagai inisiatif guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Sri Haryati berharap dengan kolaborasi yang dilakukan dengan GPM ini, masyarakat dapat teredukasi, memahami, dan mengerti akan pentingnya disiplin protokol kesehatan dan penggunaan masker secara benar. Dengan adaptasi kebiasaan baru ini, kita semua dapat memutus penyebaran Covid 19 secara masif sampai kita mendapatkan vaksin.

Kolaborasi semacam ini juga akan dilakukan Pemprov DKI dengan berbagai pihak lainnya Sri mengatakan kepada semua pihak untuk terus bergerak bersama, terus berinovasi dalam hal edukasi pada masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Kolaborasi yang akan dilakukan oleh Pemrov DKI dan GPM ini meliputi program Penyuluh untuk Penyuluh (PuP), edukasi masyarakat melalui videotron, video di bus Transjakarta, MRT, dan LRT.

Selain itu, edukasi pada masyarakat ini juga akan dilakukan secara digital melalui sosial media Pemprov DKI.

Written By

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *